Assalamu’alaikum
antum...
Sore ini saya akan berbagi pengetahuan kepada
antum tentang Niat Ketika Akan Belajar.
Antum sekalian sudah mengerti apa itu niat ?
Niat itu dalam hati sebelum melakukan atau
melaksanakan sesuatu yang akan dilakukan.
Apakah antum sekalian ketika belajar telah
menata niat dalam hati ?
Hmm.. ini perlu dipertanyakan dalam diri kita
masing-masing.
Pada blog saya kali ini akan menjelaskan Niat
Ketika Akan Belajar yang diterangkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim.
Dianjurkan
bagi setiap pelajar ataupun Mahasiswa hendaknya meletakkan niat selama dalam
belajar. Karena niat sebagai pangkal dari segala amal. Sebagaimana disabdakan
Rosulullah SAW. :
انما الاعمال باالنيات
“Sahnya semua perbuatan itu apabila disertau niat”. Hadits Shohih
Diceritakan lagi dari Rosulullah SAW. beliau bersabda : “Banyak
terjadi amal-amal yang tampaknya tidak pantas mendapatkan pahala. Akan tetapi
lantaran disertai niat yang baik, akhirnya amal tersebut termasuk amal akhirat
yang sudah barang tentu akan menerima pahala”.[1]
Adapun
menetapkan suatu ketentuan mengenai permulaan belajar, yaitu hari Rabu.
Syekh Burhanuddin mengatakan demikian itu dengan dalil hadits dari Rosulullah SAW.
yang mengatakan:
ما من شيئ بدئ فى يوم الاربعاء الا وقد تم
“Apa saja yang dimulai
pada hari Rabu itu dapat sempurna”.
Syekh Abu Yusuf Hamdany, menentukan hari untuk memulai
perkerjaan yang baik,dilakukan pada hari Rabu.
Adapun
mengenai (alasan) hari Rabu dijadikan pedoman permulaan untuk melakukan
sesuatu, karena pada hari Rabu itu merupakan hari dijadikannya nur dan hari
nas, yaitu hari yang tidak memberi (membawa) berkah bagi orang kafir, tetapi
bagi orang mukmin, hari Rabu tersebut adalah hari yang penuh berkah.[2]
Untuk
ukuran permulaan bagi orang yang memulai belajar, menurut keterangan Imam Abu
Hanifah, dari Syekh Imam Umar bin Abu Bakar Az-Zaranji, beliau mengatakan :
Guruku telah berkata : Seyogianya ukuran prakiraan pelajaran yang diberikan
pada pelajar yang baru memulai belajar, adalah agar diberi batas yang kira-kira
mampu untuk diulang sampai dua kali. Selanjutnya, setiap hari ditambah satu
kalimat seumpamanya, sehingga pelajaran tersebut semakin banyak dan panjang,
serta mampu mengulang sampai dua kali. Demikian seterusnya. Kemudian menambah
pelajaran tersebut sedikit demi sedikit, secara pelan-pelan.
Sebaiknya,
pelajaran yang telah diberikan itu dicatat setelah diulang beberapa kali dan
disimpulkan. Karena, dengan mencatat tersebut dapat memberi pertolongan, juga
sangat besar manfaatnya. Janganlah menulis suatu pelajaran yang belum jelas
atau belum paham. Sebab, yang demikian itu hanya akan menumpulkan otak dan
menghilangkan kecerdasan, serta menyia-nyiakan waktu saja.
Dianjurkan
bagi Pelajar (Santri) itu rajin dalam memahami pelajaran yang diberikan
gurunya, dengan cara berangan-angan, berpikir, dan memperbanyak mengulang.
Karena, meskipun pelajaran atau pengajian yang diberikan itu sedikit, tetapi
mau mengulang sampai beberapa kali, sudah tentu pelajaran tersebut dapat
melekat dan benar-benar paham.
Semoga ulasan saya bermanfaat untuk kita semua,Amiin...
Tak hanya membaca tetapi juga di praktekkan.
Sekian Terimakasih J
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar